| No. |
Sumber |
Jenis Koleksi / Prodi |
keterangan |
| 1. | Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia Edisi II | Farmasi | Penulis Dra. Ninik Hariyati, Apt. dan Tim
Penerbit Kementerian Kesehatan RI
Tahun 2022
ISBN 978-602-301-380-2
Dimensi 29 x 21 cm
Jumlah Halaman 265
[CC-BY] |
| 2. | Chemical-Navi | Farmasi | Welcome to Chemical-Navi, a free online resource operated by Nikko Chemicals.
We look forward to providing you with world-class expertise built on our many years of
manufacturing surfactants and ingredients for cosmetics and pharmaceuticals.
Based in Japan, NIKKOL GROUP comprises six companies with the collective mission to provide the chemical industry with a complete range of goods and services. Within the group, Nikko Chemicals specializes in selling and marketing ingredients for personal care, pharmaceuticals, food, and other industries.
Over many years, we have cultivated deep expertise in surface science, cosmetology, dermatology, molecular biology, biotechnology, and other fields based on surface and colloid chemistry. We have continuously strived to expand our technological base by incorporating the latest technologies while conducting industry-leading research and development.
[CC-BY] |
| 3. | Dinamika Desain Mobil di Indonesia | FIK | Pergeseran paradigma inovasi desain mobil keluarga di Indonesia pada awalnya merupakan karya penulis yang dirampungkan sebagai syarat untuk memperoleh gelar doktor. Penulis tertarik meneliti hal tersebut karena melihat serangkaian perubahan preferensi masyarakat terhadap desain mobil khususnya untuk keluarga di Indonesia. Dua hal utama yang ditelusuri dalam buku ini adalah bagaimana metode perancangan mobil di Indonesia pada dekade tertentu dan wacana apa yang diusung di balik pertumbuhan yang terjadi dilihat dari sudut pandang sosial dan budaya.
Penelitian mengenai mobil untuk keluarga ini dalam prosesnya kemudian membawa penulis untuk menjelajah tentang desain dari aspek makro yang menjadi dasar pembentuk preferensi masyarakat Indonesia. Konsep mobilitas masyarakat ternyata berkaitan dengan pola perkembangan kota yang terjadi di Indonesia.
Dalam buku ini penulis mencoba meninjau keterpengaruhan masyarakat terhadap konstruksi konsepsi desain mobil keluarga dalam masyarakat. Namun, penjelajahan topik tersebut kemudian meluas pada perjalanan kebijakan pemerintah. Sehingga, mau tidak mau penulis menelaah berbagai hal yang berkaitan dengan transportasi, industri hingga perdagangan. Penulis juga mencoba merunut upaya-upaya pelaku bisnis otomotif lokal yang mencoba peruntungannya dalam industri otomotif Indonesia. Berbagai hal tersebut lah yang kemudian menjadikan penelitian mengenai mobil dalam konteks Indonesia menjadi sebuah perjalanan dinamika pergeseran ekonomi-politik-sosial-budaya yang menarik untuk dikaji secara lebih jauh lagi.
Dalam paparan ini penulis juga menambahkan perkembangan lanjutan berbagai hal yang berlangsung di dunia otomotif Indonesia hingga buku ini diterbitkan. Semua ini merupakan upaya untuk membuat karya tulis ini lebih uptodate sehingga dapat dijadikan referensi bagi pembaca yang tertarik untuk mengetahui hal-hal seputar tren perkembangan otomotif di Indonesia.
[CC-BY] |
| 4. | Konvensi Desain Yang Baik Level 6 KKNI Indonesia | FIK | Desain, khususnya desain produk adalah salah satu bidang kreasi yang menjadi bidang keprofesian yang semakin berkembang sejalan dengan perubahan perubahan perilaku manusia dalam membentuk peradaban. Sebuah desain pada hakekatnya merupakan hasil dari sebuah proses, yang merupakan hasil kompromi antara nilai kreasi yang mengusung nilai kebaruan, efesiensi produksi, hingga kesesuaian dengan selera pengguna agar mau menggunakan atau membeli karya tersebut, dan selanjutnya akan memberi benefit bagi perusahaan atau industri, pengguna, dan desainer itu sendiri. Oleh karenanya apa yang disebut sebagai desain yang baik adalah sangat kontekstual, tidak terdapat satu desain yang sempurna, karena sebuah nilai kompromis pada kenyataannya cenderung berfokus pada satu hal saja. Pada sisi desainer, sebuah desain yang baik seringkali berbenturan dengan karakteristik produksi yang menuntut agar kualitas desain dapat dikurangi, sementara tuntutan pasar menghendaki sesuatu yang menyenangkan sesuai dengan nilai yang dianut oleh pasar itu sendiri. Dilain pihak, tuntutan terhadap sesuatu yang baru menjadi juga sebuah keharusan, karena produk baru membutuhkan desain yang baru, dan hal inipun kadangkala berbenturan dengan ketakutan masyarakat terhadap sesuatu yang sangat baru. Persoalan ini tentunya tidak dapat dipahami dengan mudah melalui jenjang pendidikan formal, karena jenjang 6 KKNI dengan jelas memperlihatkan bahwa seorang mahasiswa atau sarjana bukanlah seorang profesional, hal yang dapat dilihat dari sisi tanggung jawab, keterampilan, dan pengetahuaannya mengenai dunia keprofesian. Hal ini seringkali tidak disadari oleh para staf pengajar pada bidang desain atau bidang kreasi lainnya, karena sebagian besar pendidik pada bidang ini berharap agar para mahasiswa didiknya dapat menjadi seorang profesional yang baik. Buku ini bukanlah sebuah kebakuan dari apa yang disebut dengan desain yang baik, melalui konvensi yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Forum Program Studi Desain Produk, yang beranggotakan 21 perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan desain produk, bersama sama mencoba menggali dan membangun kesadaran mengenai apa yang disebut dengan desain yang baik untuk level 6.
[CC-BY] |
| 5. | Craft dan Desain di Indonesia | FIK | Mempertanyakan apakah craft adalah desain dapat ditafsirkan ketidak percayaan pada seseorang apakah kamu adalah ibu anak itu ?. Sangat jelas bahwa craft dan desain memiliki kesamaan, yaitu kreasi, sebuah proses kreasi yang menghasilkan sebuah kreasi.
Tentu saja, sebuah proses melibatkan bagaimana seseorang berpikir pada proses tersebut, bagaimana dia mengambil keputusan, dan bagaimana hasil keputusannya akan ditafsirkan oleh orang lain. Hal yang menarik pada bidang craft adalah bahwa proses berpikir dari seseorang yang melakukan proses melibatkan kolaborasi yang cantik antara keterampilan, kepekaan hati, dan material, untuk saling bekerja melalui dorongan kreatif.
Hal yang menarik adalah bahwa craft merupakan sebuah bidang yang jauh lebih dulu lahir dari beberapa bidang yang lain, karena craft adalah bentuk berpikir sekaligus tindakan seseorang untuk menciptakan sesuatu dalam mengatasi keterbatasan tubuhnya melalui proses pengamatan terhadap apa yang diajarkan oleh lingkungan, bagaimana sebuah anyaman dihasilkan, adalah sangat mungkin diinspirasikan oleh bagaimana seekor burung menghasilkan sarang. Akan tetapi, usia yang demikian tua tersebut tidaklah menjadikan bidang ini menjadi sesuatu yang menarik pada tataran akademis, hampir dapat dikatakan sangatlah sulit mencari buku-buku yang membahas craft dari sisi teoritis, seolah craft adalah bidang yang tidak memiliki nilai ilmiah, sebagian besar buku mengenai craft lebih sering membahas tentang karya craft sebagai pengalaman seseorang.
ADPII sebagai sebuah asosiasi profesi mencoba menawarkan sebuah kompilasi pemikiran bagaimana craft dipandang sebagai sebuah bidang dari sudut akademis, sehingga kekayaan nilai-nilai yang ada pada bidang ini dapat dipelajari dan selanjutnya dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan bangsa, khususnya INDONESIA.
[CC-BY] |
| 6. | Material Interior: Pembangun Suasana Ruang | FIK | Perancangan Interior tidak dapat lepas dari pemilihan material di setiap elemennya, karena pada dasarnya material yang diaplikasikan pada elemen-elemen interior seperti lantai, dinding, langit-langit, furniture, hingga elemen dekoratif dapat membangun suasana ruang yang diharapkan. Apa itu suasana ruang, dan material seperti apa yang membangun hal tersebut, akan dibahas di buku ini lengkap dengan klasifikasi, spesifikasi, dan karakteristik material-material yang umum digunakan pada perancangan interior. Di buku ini juga kita akan membahas apa itu ruang fisik dan non-fisik, serta hubungan material-material sebagai pembangun ruang dengan suasana dan citra ruang, yang juga dikenal dengan sebutan Image, Ambience atau Atmosphere. Dengan gaya bahasa yang lugas dan informatif, buku ini dapat dinikmati oleh mahasiswa desain, praktisi desain interior, maupun khalayak umum.
[CC-BY] |
| 7. | SIIDEF Sewon International Industrial Design Fair: An Exhibition Book | FIK | A designer is basically a problem solver, who creates a design based on the existing problems. Designers should always be optimistic about any progressive changes that are now underway, but also remain realistic. The belief that designers must cultivate is that they are able to find contextual solutions according to the times and technology, along with the problems that arise. Designers participate in finding current and future solutions.
There are many approaches that can be applied by designers in resolving these issues. One of the options is contemporary design. Contemporary Design basically does not focus on just one style but uses many identities (e.g. modernism, minimalism, art deco and other global styles). Contemporary design identity must continue to adapt and be adjusted to respond to current problems for the sake of future sustainability.
A designer who has a vision to solve problems regarding sustainability, is expected to have the sensitivity to design a product/design that produces positive outcomes.
What kind of contemporary design does the world need right now?
How to apply the phrases of optimism and realistic into the design process according to the need to solve the problem
[CC-BY] |
| 8. | GradeX: 3XPOSE-Experience the Exposure of Expressions | FIK | 3XPOSE, akronim dari Experience, Exposure, Expression merupakan kompilasi karya desain produk mahasiswa Desain dan Manajemen Produk Universitas Surabaya yang dibuat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dengan cara menonjolkan kreativitas dan semangat yang hadir dalam setiap karya yang dipamerkan kepada masyarakat. 22 karya desain produk yang ditampilkan dalam 3XPOSE merupakan bagian dari ekspresi desainer yang dicurahkan menjadi sebuah karya desain produk. Semua produk yang ada melambangkan proses pemikiran, pengungkapan, dan aspirasi desainer untuk memecahkan masalah dan berfokus pada desain yang berpusat pada manusia (Human-Centered Design).
Beragam karya desain produk seperti jam tangan dengan material rotan, adaptasi pincuk sebagai alat makan, permainan edukasi, hingga halte bus inklusif memperlihatkan potensi yang luas dalam proses pengayaan karya desain produk di Indonesia. Bagaimana contoh-contoh implementasi desain produk dan kaitannya dengan manusia, budaya dan teknologi? Katalog ini merupakan sebuah bentuk bentuk usaha untuk lebih mengenalkan Desain Produk di Indonesia kepada masyarakat.
[CC-BY] |
| 9. | Ragam Pendekatan Dalam Perancangan Produk | FIK | Buku ini merupakan sumbangsih pemikiran dan pengalaman 6 penulis sebagai dosen di Program Studi Desain Produk dengan latar belakang institusi yang berbeda sekaligus kolaborasi pengalaman dalam proses perancangan produk sebagai professional desainer produk. Menghadirkan buku ini merupakan tantangan tersendiri bagi para penulisnya, mengingat tidak banyak referensi sejenis di Indonesia yang mengangkat tema pendekatan perancangan desain produk. Buku ini sejatinya diperuntukkan bagi dunia akademik, terutama dalam proses pembelajaran di studio dan workshop berbasis perancangan produk. Namun, tentu saja buku ini juga bisa dimanfaatkan sebagai rujukan perancangan produk bagi calon desainer maupun profesioanal secara umum. Kehadiran buku ini sekaligus bertepatan dengan pelaksanaan IIDSA (Indonesia Industrial Design Student Award) yang ke-4, sebagai gelaran kompetisi karya mahasiswa sekaligus evaluasi keterlaksanaan proses pembelajaran dari 27 Perguruan Tinggi anggota Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia.
Gelaran IIDSA ke-4 yang diselenggarakan di Design Center-Kampus Institut Teknologi Bandung.
DIbuka dengan tulisan Junaidi yang menguraikan pendekatan perancangan melalui participatory design berbasis komunitas. Tulisan ini mendeskripiskan sebuah pendekatan dalam perancangan dimana desainer berkolaborasi dengan komunitas yang sekaligus sebagai subjek dalam proses perancangan untuk berinovasi bersama guna memecahkan masalah. Melalui tulisan ini, Junaidi berbagi pengalaman merancang alatmencocoh batik yang digunakan perajin dan UKM batik Gedhog, Tuban Jawa Timur. Dimana dalam prosesnya, keterlibatan komunitas memiliki porsi besar dalam perancangan produk cocohan. Pada tulisan lain, Achmad Syarif menulis tentang aspek Perancangan dengan Pendekatan Semantika Produk. Tulisan ini memaparkan tentang pentingnya pengetahuan Semantika bagi desainer produk sebagai landasan pengetahuan atas interaksi manusia dengan obyek desain, khususnya yang berkenaan dengan aspek pesan, proses komunikasi non-verbal, persepsi, dan perilaku. Melalui pengetahuan semantika produk, desainer produk memiliki pengetahuan praktikal yang relevan untuk menggali gagasan desain yang diperlukan dalam proses perancangan produk.
Tulisan ketiga berjudul: Metodologi Desain dengan Pendekatan Faktor Manusia dan Ergonomi (FM-E) yang ditulis Yaness Martinus Pasaribu. Melalui tulisan yang komprehensif ini, Martinus memberikan kajian secara mendetail pentingnya FM-E sebagai pendekatan perancangan produk melalui 5 tahapan pendekatan desain berbasis FM-E serta tantangan dan kendala implementasi metodologi desain berbasis FM-E yang dihadapi oleh desainer produk. Sebagai sebuah tulisan yang lengkap, ditutup dengan contoh studi kasus penerapan FM-E sehingga pembaca akan mendapat gambaran menyeluruh pendekatan metodologi FM-E ini.
Tulisan berbeda, Andry menguraikan tentang Pendekatan Eksplorasi Material, yang mengulas secara mendalam sebuah proses perancangan melalui pendekatan material. Dimana dalam setiap material terdapat 3 karakter yakni karakter visual, karakter kimiawi dan karakter fisik. Dilengkapi dengan contoh penerapan berbasis pengalaman Andry sebagai kreator yang berkecimpung dalam eksplorasi material bonggol jagung maupun ketika berperan sebagai pembimbing tugas akhir.
Hadirnya buku ini semakin lengkap dengan tulisan Ellya Zulaikha mengenai pentingnya memahami pertimbangan nilai utilitarian-hedonic dalam proses perancangan. Tulisan Ellya menegaskan relasi konteks fungsi dan emosi dalam desain. Buku ini diakhiri dengan tulisan Zaki Saptari Saidi mengenai Pendekatan Manufaktur Aditif (additive manufacturing, AM) dalam perancangan produk. Sebuah pendekatan ranah kerekayasaan dalam keilmuan desain produk industri. Semoga kehadiran buku ini khususnya dalam lingkup akademik, mampu memberikan sumbangsih terutama dalam proses pembelajaran berbasis perancangan melalui berbagai pendekatan perancangan desain produk.
[CC-BY] |
| 10. | Buku 1: Dasar Pengadaan Pengelolaan Jasa Desain di Indonesia | FIK | Buku Dasar Pengadaan dan Pengelolaan Jasa Desain Proyek Desain merupakan hasil kolaborasi antara Kemenparekraf dengan asosiasi desain (ADGI, ADPII, AIDIA, HDII, HDMI). Penerbitan buku ini disebabkan karena belum adanya standar baku dalam pengadaan dan pengelolaan jasa desain di Indonesia. Buku ini mencakup pemahaman desain, dimensi pengerjaan proyek desain serta aspek hukum dan etika profesi desain di Indonesia dan diharapkan menjadi referensi mengenai pengadaan dan pengelolaan jasa desain, serta pengelolaan suatu proyek desain untuk pemangku kepentingan industri desain, baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan, klien sebagai pemberi tugas, desainer sebagai pelaksana tugas, maupun dunia Pendidikan desain dan masyarakat Buku Dasar Pengadaan dan Pengelolaan Jasa Desain Proyek Desain merupakan hasil kolaborasi antara Kemenparekraf dengan asosiasi desain (ADGI, ADPII, AIDIA, HDII, HDMI). Penerbitan buku ini disebabkan karena belum adanya standar baku dalam pengadaan dan pengelolaan jasa desain di Indonesia. Buku ini mencakup pemahaman desain, dimensi pengerjaan proyek desain serta aspek hukum dan etika profesi desain di Indonesia dan diharapkan menjadi referensi mengenai pengadaan dan pengelolaan jasa desain, serta pengelolaan suatu proyek desain untuk pemangku kepentingan industri desain, baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan, klien sebagai pemberi tugas, desainer sebagai pelaksana tugas, maupun dunia Pendidikan desain dan masyarakat. |